Jumat, 26 Desember 2014

Tsunami di Negeriku

pagi minggu 26 desember 2004, 
engkau datang tanpa kami duga
engkau muncul dari tiap sudut kota
menyapa tiap apa yang engkau jumpa
tanpa mendengar alasan untuk bisa ditunda

hari itu hanya menjadi milikmu wahai tsunami
engkau hanya menyapa 15 menit penduduk negeri kami
serambi mekkah yang megah kau porak-porandakan
tanpa seizin penguasa bangsa
engkau hanya tunduk pada perintah sang Kuasa
engkau hempaskan kekuatanmu yang begitu dahsyatnya
menerjang segala penghalang yang tak berdosa
menyapu setiap dosa penduduk negeri ini

ribuan manusia menjadi syuhada dihari itu
ratusan anak kehilangan orang tuanya
penduduk negeri yang kehilangan tanah kelahirannya
hanya air mata yang tersisa yang terus mengalir 
meratapi asa dan harapan yang sirna
seakan matahari tak terbit lagi esoknya


kau sisakan duka yang begitu dalam
engkau rela pisahkan anak dari ibunya
engkau rela robohkan bangunan megah ditengah kota
engkau rela padamkan lampu sebagai penerang
engkau rela hancurkan cita-cita sebagian manusia yang telah mereka genggam
dan engkau lumpuhkan segala kekuatan yang ada 


kini engkau telah berlalu
kini manusia mulai menata hidup baru
merangkak untuk bisa berdiri dan terus untuk berlari
negeri ini mulai bangkit menatap matahari yang terbit kembali
menyongsong setiap detik makna kehangatan matahari pagi


dalam satu genggaman tangan
serta ayunan langkah yang terus bersinergi dalam membangun sang negeri
menata kembali setiap puing-puing sang tsunami
mengambil pelajaran dan hikmah darinya
dan terus belajar ke arah yang lebih baik

demi sang negeri yang pernah diporak-porandakan
kini bangkit dan berdiri tegak kembali
demi sang aceh tercinta
negeri sulthan iskandar muda.
Lamnga, 
26 desember 2014





Selasa, 23 Desember 2014

Doa Untuk Ibu


Ibu….
Engkau cahaya dalam hidupku
Yang selalu menyinariku
Ibu….
Engkau penyejuk dalam jiwaku
Yang selalu menyiramiku

Yang selalu memberiku  nasihat
Yang selalu mencurahkan kasih sayang
Tanpa mengharapkan balasan
Tanpa meminta balas jasa

ASI yang engkau berikan
Sebagai tanda kasih sayang
Doa yang engkau hantarkan
Sebagai harapan kepada Tuhan

Di tengah keheningan malam
Takkala manusia lain terlelap
Dengan penuh keikhlasan dan linangan air mata
Engkau meminta kepada Allah
Ya Rabbi….
Berikan kekuatan untuk anakku
Terangilah dia dengan cahaya - Mu
Lindungi dia dari bahaya - Mu
Ampunkanlah dia dari dosanya

Hanya anak yang shaleh yang engkau inginkan
Hanya anak yang berbakti yang engkau harapkan
Tanpa mengharapkan harta
Tanpa mengharapkan jabatan

Ya Allah Ya Rabbi….
Ampunkanlah dosa-dosa mereka
Kasihanilah mereka dengan kasih sayang - Mu
Dekatkanlah mereka di sisi – Mu
Tempatkanlah mereka di syurga - Mu

Rabu, 19 Maret 2014

Penebar Janji

Kini kata manis kau taburkan
Kau tanam ke setiap ruang yang dilalui
Menempel di setiap sudut jalan
Beterbangan di setiap hembusan angin

Beragam hal kau umbar
Bermacam jenis benda kau berikan
Berbagi segala kebutuhan
Hanya mengharap satu coblosan

Kini kau turun dalam semua ruang
Menembus segala dimesti
Menatap segala mata
Dan menyapa setiap sua

Senyum lebar selalu kau pancarkan
Tutur lembut pun kau lantunkan
Seakan menghidupkan asa
Dengan semua harapan besar

Kini semua itu menjadi janji
Janji yang harus kau penuhi
Membayar untuk mendapat surga
Atau menjadi penghuni neraka karena janji yang tak tau tepati