Rabu, 13 Mei 2015

PemudaKu

Terlentang menyikapi bumi
terhempas melayang di atas angin
semua terbang dalam setiap masa
dan terlahir dalam siap sudut kota

Pemudaku....

Kokoh kau berdiri menentang badai
melawan setiap lupa yang datang
menghapus setiap lalai yang menghadang
meruntuhkan keraguan yang lahir
menatap masa yang terus tertantang

Pemudaku....

Engkau berjalan menatap arah
merasakan angin yang datang
bertekad dengan semangat juang yang keras
menguatkan dalam sikap dan cinta
serta mengokohkan iman sang penerang langkah

Pemudaku....

Dunia kini menunggu aksimu
mengharap gerak langkahmu
mengikuti semua kebenaranmu
untuk menjadi contoh generasi seterusnya
sebagai menyambung lidah pemuda tanah arab

Kini semua di tangan mu
seberapa kuat engkau menggenggamnya
seberapa besar kekuatan yang engkau bangun
seluas apa kebaikan yang engkau tebarkan

atau bumi yang akan terus menangis
sampai sang Pencipta mengembalikan ke asalnya....


Banda Aceh, 13 April 2015
Ruang SPU           
 

Jumat, 26 Desember 2014

Tsunami di Negeriku

pagi minggu 26 desember 2004, 
engkau datang tanpa kami duga
engkau muncul dari tiap sudut kota
menyapa tiap apa yang engkau jumpa
tanpa mendengar alasan untuk bisa ditunda

hari itu hanya menjadi milikmu wahai tsunami
engkau hanya menyapa 15 menit penduduk negeri kami
serambi mekkah yang megah kau porak-porandakan
tanpa seizin penguasa bangsa
engkau hanya tunduk pada perintah sang Kuasa
engkau hempaskan kekuatanmu yang begitu dahsyatnya
menerjang segala penghalang yang tak berdosa
menyapu setiap dosa penduduk negeri ini

ribuan manusia menjadi syuhada dihari itu
ratusan anak kehilangan orang tuanya
penduduk negeri yang kehilangan tanah kelahirannya
hanya air mata yang tersisa yang terus mengalir 
meratapi asa dan harapan yang sirna
seakan matahari tak terbit lagi esoknya


kau sisakan duka yang begitu dalam
engkau rela pisahkan anak dari ibunya
engkau rela robohkan bangunan megah ditengah kota
engkau rela padamkan lampu sebagai penerang
engkau rela hancurkan cita-cita sebagian manusia yang telah mereka genggam
dan engkau lumpuhkan segala kekuatan yang ada 


kini engkau telah berlalu
kini manusia mulai menata hidup baru
merangkak untuk bisa berdiri dan terus untuk berlari
negeri ini mulai bangkit menatap matahari yang terbit kembali
menyongsong setiap detik makna kehangatan matahari pagi


dalam satu genggaman tangan
serta ayunan langkah yang terus bersinergi dalam membangun sang negeri
menata kembali setiap puing-puing sang tsunami
mengambil pelajaran dan hikmah darinya
dan terus belajar ke arah yang lebih baik

demi sang negeri yang pernah diporak-porandakan
kini bangkit dan berdiri tegak kembali
demi sang aceh tercinta
negeri sulthan iskandar muda.
Lamnga, 
26 desember 2014





Selasa, 23 Desember 2014

Doa Untuk Ibu


Ibu….
Engkau cahaya dalam hidupku
Yang selalu menyinariku
Ibu….
Engkau penyejuk dalam jiwaku
Yang selalu menyiramiku

Yang selalu memberiku  nasihat
Yang selalu mencurahkan kasih sayang
Tanpa mengharapkan balasan
Tanpa meminta balas jasa

ASI yang engkau berikan
Sebagai tanda kasih sayang
Doa yang engkau hantarkan
Sebagai harapan kepada Tuhan

Di tengah keheningan malam
Takkala manusia lain terlelap
Dengan penuh keikhlasan dan linangan air mata
Engkau meminta kepada Allah
Ya Rabbi….
Berikan kekuatan untuk anakku
Terangilah dia dengan cahaya - Mu
Lindungi dia dari bahaya - Mu
Ampunkanlah dia dari dosanya

Hanya anak yang shaleh yang engkau inginkan
Hanya anak yang berbakti yang engkau harapkan
Tanpa mengharapkan harta
Tanpa mengharapkan jabatan

Ya Allah Ya Rabbi….
Ampunkanlah dosa-dosa mereka
Kasihanilah mereka dengan kasih sayang - Mu
Dekatkanlah mereka di sisi – Mu
Tempatkanlah mereka di syurga - Mu

Rabu, 19 Maret 2014

Penebar Janji

Kini kata manis kau taburkan
Kau tanam ke setiap ruang yang dilalui
Menempel di setiap sudut jalan
Beterbangan di setiap hembusan angin

Beragam hal kau umbar
Bermacam jenis benda kau berikan
Berbagi segala kebutuhan
Hanya mengharap satu coblosan

Kini kau turun dalam semua ruang
Menembus segala dimesti
Menatap segala mata
Dan menyapa setiap sua

Senyum lebar selalu kau pancarkan
Tutur lembut pun kau lantunkan
Seakan menghidupkan asa
Dengan semua harapan besar

Kini semua itu menjadi janji
Janji yang harus kau penuhi
Membayar untuk mendapat surga
Atau menjadi penghuni neraka karena janji yang tak tau tepati



Minggu, 19 Mei 2013

Cinta Dari – MU



Di saat mata ingin memejam
Tapi pikiran selalu menghalanginya
Di saat pikiran ingin menghilang
Tapi rasa terus menampakkanya

Itulah yang terjadi pada diriku
Di kala aku tertatap seseorang
Yang selalu memberi ku  senyuman
Di kala tertatap dengan dua bola matanya

Di saat senyumnya terurai
Di saat itu pula diriku bingung
Takkala sinar matanya terpancar
Diriku terasa silau
Tak sanggup untuk memandangnya

Apakah ini yang di namakan cinta
Cinta yang dapat memejamkan mata kita
Cinta yang dapat menghilangkan akal sehat kita
Cinta yang dapat membinasakan kita

Ya Allah Ya Rabbi….
Jangan engkau menurunkan cinta yang demikian
Ya Allah Yang Maha Penyayang….
Jangan lah engkau tukar cintaku kepada - MU dengan cintanya

Jika Engkau berikan cinta kepada ku
Berikan aku cinta yang membawa ku ke jalan - MU
Berikan aku cinta yang menjauhkan ku dari murka – MU
Hanya Engkau yang dapat mengetahui apa yang aku rasakan
Hanya Engkau yang dapat memberi apa yang terbaik untukku

Minggu, 14 April 2013

Di Balik Sang Hujan

deras menyelimuti pagi ku
membasahi setiap ruang yang hampa
mengalir setiap celah yang kosong
melewati setiap apa yang di lewati

tak bisa di hentikan
menerjang apa yang di inginkannya
namun itu adalah rahmat 
yang memberi arti tersendiri

insan terus mengharap kapan redanya
ingin berhenti seketika
kembali cerah yang menaungi
memberi cahaya penerangan

terkadang petir pun mengiringinya
memberi pesan yang menakutkan
yang membawa rasa ketakutan yang sangat besar
yang menghantui siapa yang mendengar dan melihat

semua itu bisa hilang seketika
tanpa ada yang menghentikan selain dari takdir-NYA
menghapus semua ketakutan
dan menghilangkan semua dilema

semua hilang seketika
dan muncul cahaya keindahan
warna-warni yang menyelimuti
menggambarkan kegembiraan dan kenikmatan

semua berubah seketika
dan kita harus bersyukur dengan itu semua
tanpa ada hal yang tidak mungkin terjadi
selama takdirnya terus menaungi sang hamba


 

Senin, 10 Desember 2012

Melayang


ingin ku melepas dalam kesendirian
meratapi diri yang kesunyian
menerawan diantara awan
hingga terbebas dari kegundahan

namun itu bukanlah diri ku
aq tak mampu melakukan itu
aq harus menerima dan mengalami
menelusuri setiap kegundahan

terasa berat untuk semua ini
menghantui sebuah ketakutan akan kehilangan
mencemaskan sebuah kesirnaan
dalam pengharapan yang tak pasti

ingin ku terbang melayang 
mengikuti arah angin
meresapi sejuknya angin
namun terkadang tersiksa batin

biarkan diri ini terus melayang 
walau dalam kesakitan
meringis mengharap kesembuhan
dalam luka yang terdalam